Sah! Kerajaan Sumedang Larang Pewaris Tahta dan Penerus Kerajaan Pajajaran

- Minggu, 16 Januari 2022 | 07:25 WIB
Ilustrasi : Pihak Keraton Sumedang Larang  sedang menurunkan 7 benda pusaka peninggalan para raja Sumedang Larang untuk untuk dicuci dan dibersihkan pada   tradisi jamasan (pencucian benda pusaka) mulai tanggal 1 Mulud) , Jumat 8  Oktober 2021 lalu di  Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) komplek Srimanganti, Sumedang.g, Jumat.(8/10/2021) lalu.  (Hadadi/HaiBandung)
Ilustrasi : Pihak Keraton Sumedang Larang sedang menurunkan 7 benda pusaka peninggalan para raja Sumedang Larang untuk untuk dicuci dan dibersihkan pada tradisi jamasan (pencucian benda pusaka) mulai tanggal 1 Mulud) , Jumat 8 Oktober 2021 lalu di Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) komplek Srimanganti, Sumedang.g, Jumat.(8/10/2021) lalu. (Hadadi/HaiBandung)

HaiBandung -Setelah Kerajaan Pajajaran runtuh, siapa penerusnya? Berdasarkan catatan sejarah, penerus Kerajaan Pajajaran yakni Kerajaan Sumedang Larang yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Rajanya, Prabu Geusan Ulun.

Catatan sejarah bahwa Kerajaan Sumedang Larang menjadi penerus Kerajaan Pajajaran, salah satunya tertulis dalam sejarah singkat Kab. Sumedang.

Dikutip HaiBandung.com dari buku berjudul "Selayang Pandang Kabupaten Sumedang" yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol (Humpro) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang, cikal bakal berdirinya Kerajaan Sumedang Larang berdasarkan historiografi tradisional, berawal dari Kerajaan Tembong Agung yang didirikan Prabu Guru Aji Putih di Citembong Girang Kec. Ganeas tahun 678 M.

Baca Juga: Hadfana Penendang Sesajen di Gunung Semeru Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Kerajaan Tembong Agung, kemudian pindah ke Kampung Muhara, Desa Leuwi Hideung, Kecamatan Darmaraja. Prabu Guru Aji Putih mempunyai putra, yakni Prabu Tajimalela (Batara Tuntang Buana).

Prabu Tajimalela lah yang menjadi raja pertama Karajaan Sumedang Larang. Prabu Tadjimalela memimpin kerajaannya tahun 721-778 M di Tembong Agung Darmaraja bekas kerajaan Prabu Guru Aji Putih.

Seiring berjalannya waktu, pada Jumat, 22 April 1578 bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, di Keraton Kutamaya Sumedang Larang, Pangeran Santri atau Pangeran Kusumadinata (ayah Prabu Geusan Ulun) menerima empat Kandaga Lante selaku abdi Kerajaaan Pajajaran.

Baca Juga: Detik-detik Longsor di Ciherang Sumedang Bikin Sejumlah Warga Berteriak Histeris

Keempat Kandaga Lante itu, antara lain Senopati Jaya Perkasa (Sanghyang Hawu), Batara Dipati Wiradidjaya, Sanghyang Kondanghapa dan Batara Pancar Buana (Terong Peot).

Halaman:

Editor: Hadadi

Tags

Terkini

Terpopuler

X